Yoyoyo Happy New Year 2013!!

Cmon Guys buruan register, dengan menjadi member kalian ga terganggu oleh ADVERTISEMENT dan juga bisa dengan mudah mendapatkan berita-berita terbaru. Cara register pun mudah,klik tombol register dan masukin nama password dan email kalian atau juga bisa dengan menggunakan account facebook kalian...

Tunggu apa lagi XD!

You are not connected. Please login or register

European Experts Shake Their Heads at Indonesian Fuel Subsidy

View previous topic View next topic Go down  Message [Page 1 of 1]



Long lines at an Indonesian gas station following a government plan to raise gas prices in 2012. The plan was eventually scrapped after mass riots broke out.
Most Indonesians rely on their motor vehicles to get around since there are no other mass rapid transit system available as alternatives. The sales of motor vehicles have been growing every year while the number of vehicles the roads can handle has stayed the same, resulting in traffic jams in major cities.

The government also heavily subsidizes fuel for motor vehicles, without which inflation and then mass riots would run rampant in the country.

There are a bunch of gas stations at every corner in Indonesia dominated by Pertamina, the state-owned oil and gas corporation, and some owned by Shell Indonesia, the Indonesian subsidiary of the world renowned Royal Dutch Shell.

The competition between gas stations is increasingly fierce in Indonesia. A lot of them offer loyalty incentives to woo customers. One example is to offer free bottled drinks per 150,000 rupiah (USD 1 = IDR 9,600.00) purchase of gasoline.



Jakarta - Para ahli energi di Eropa tak menyangka subsidi BBM yang diberikan pemerintah Indonesia kepada 248 juta jiwa rakyatnya mencapai Rp 300 triliun. Subsidi ini terlalu besar.
‘Para ahli-ahli dan ilmuan energi di Eropa itu masih geleng-geleng lihat besarnya subsidi energi termasuk BBM. Karena mereka tahu Indonesia minyaknya sedikit, tidak juga negara kaya, tapi beri subsidi minyak besar sekali, mereka geleng-geleng,’ kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Diungkapkan Rudi, di negara-negara Eropa justru tidak memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya, contoh di Norwegia, harga BBM di sana jika dikurskan dengan rupiah Rp 24.000 per liternya.

‘Di Norwegia harga BBM-nya Rp 24.000 per liter, di mana dari harga tersebut, Rp 16.000 merupakan harga dasar, sedangkan Rp 8.000 merupakan pajak. Jadi tidak ada subsidi sepeser pun dari negara dari tiap liternya,’ ucap Rudi yang juga baru pulang dari lawatannya ke Norwegia dan Jerman

‘Harga asli premium kan sekitar Rp 9.000-Rp 10.000 per liter, namun pemerintah jual Rp 4.500 per liter. Artinya pemerintah subsidi sekitar Rp 4.500 per liter,’ ucapnya.

Besaran subsidi yang mencapai Rp 300 triliun tentunya dana yang sangat besar. Menurut Rudi, daripada dibakar habis untuk kendaraan, alangkah baiknya jika sebagian subsidi tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur energi lainnya yang lebih bersih dan terbarukan.

View user profile

View previous topic View next topic Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum